Jumat, 22 Januari 2010

balapan motor

Dampak krisis global merambah pabrikan Suzuki roda dua. Rencana menggelar one make race (OMR) motor gede Suzuki di sirkuit Sentul ditunda. Beberapa pembalap dan tim yang selama ini disokongnya menunggu dalam ketidakpastian. Tapi, yang menggembirakan, balap motor bebek OMR Suzuki 13 seri yang selama ini digelar jalan terus.

Tantangan Baru
Berita cukup mengagetkan beredar di kalangan terbatas pekan lalu. Isinya, Suzuki akan menghentikan kegiatan promosi di balap motor. Penyebabnya tidak berhasil mengangkat penjualan. Tidak sampai di situ. Beberapa pembalap dan tim juga siap hengkang ke tim lain.

Memang bukan mengada-ada. Kenyataannya, sampai sekarang belum ada satu pun yang dikontrak Suzuki. “Sampai sekarang, belum ada kabar. Padahal biasanya, Januari begini sudah ada kontrak dan jadwal event yang harus saya ikuti sepanjang tahun,” kata Hendriansyah, yang 8 tahun membela tim Suzuki.

Diakui Hendri, pihaknya mendapat tawaran dari tim kompetitor merek lain) Tapi, Hendri juga tetap memasukkan proposal ke tim yang sejak tahun lalu ‘ditinggalkan’ Soebronto Laras itu. “Saya realistis saja. Kalau dari Suzuki lebih kecil, sementara merek lain bisa lebih besar, ya pilih yang besar. Masak pembinaan terus,” lanjut pembalap yang berduet dengan Irwan Ardiansyah, sang kakak.

Lebih ekstrem ditempuh Ibnu Sambodo, bos tim Manual Tech. Tim yang diperkuat Hadi Wijaya ini bahkan telah resmi dipinang Kawasaki. “Ya, tahun ini kami akan membela bendera Kawasaki. Perlu kami jelaskan, kami tak ada masalah apa-apa dengan Suzuki. Murni karena ingin mencoba tantangan baru saja,” kata Ibnu.

Kabarnya salah satu tuner balap motor terbaik itu memang direkrut untuk mengembangkan divisi balap Kawasaki. Apalagi tahun ini Kawasaki akan lebih serius. Tidak dipungkiri Ibnu, pihak Kawasaki ‘menghargai’ hampir 2 kali dari yang diterima sebelumnya.

Satu-satunya yang tetap loyal AHRS. Menurut Asep Hendro, meski nantinya tidak mendapat suntikan sponsor dari Suzuki tetap akan berkiprah di bawah panji-panji Suzuki. “Saya kan sudah lama bekerja sama. Jadi, kalau memang lagi ada kebijakan karena pengaruh krisis global, ya, ikut prihatin. Saya hanya akan mengandalkan M. Fadli,” kata Juragan, sapaan Asep.

Menurut pemilik speed shop AHRS yang bermarkas di Depok itu, suntikan dari Suzuki untuk menggulirkan timnya sangat signifikan selama ini. Dia menyebut hingga 1 miliar rupiah.

Wibisono, branch operation development 2W departement PT Indomobil Niaga International menolak disebut Suzuki bakal menghentikan kegiatan balapnya. “Sampai sekarang, rencananya masih sama. Kami akan menggelar 13 OMR Suzuki. Kami tengah menyusun kota-kota di Indonesia yang bakal dipakai lomba,” katanya.

Juga terhadap pembalap dan tim yang selama ini disokong, masih akan dipertahankan. Targetnya, sebelum Januari berakhir, semua sudah ada kepastian. Toh diakuinya, ada penyesuaian terhadap budget promosi tahun ini, terutama akibat dampak dari krisis global dan penjualan motor yang tak mengalami kenaikan signifikan. “Ya, karena gabungan faktor keduanya,” sambung Wibisono.

Satu-satnya event yang telah direncanakan namun kemudian ditunda adalah OMR Suzuki moge. Padahal 20 motor telah didatangkan dari Jepang tahun lalu. Tapi karena budgetnya dipangkas, rencana diurungkan dulu. “Kan mesti mendatangkan spare part khusus balap tambahan dari Jepang. Daripada dipaksakan, mending dicancel dulu sembari menunggu krisis berakhir,” kata Tommy Ernawan, manajer racing Suzuki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar